Keluhan ini sering dialami banyak orang, namun masih sering menimbulkan kebingungan dan kecemasan yang berlebihan, terutama bagi para orang tua baru. Batuk pada anak adalah salah satu alasan paling umum yang membawa keluarga datang ke ruang praktik dokter atau instalasi gawat darurat. Suara batuk anak yang terdengar keras, terus-menerus, dan mengganggu tidur malam sering kali memicu insting orang tua untuk segera "menghentikan" batuk tersebut dengan segala cara. Di sinilah letak permasalahan utamanya. Keinginan untuk menghilangkan gejala secepat mungkin sering kali membuat orang tua mengambil langkah medis yang kurang tepat, bahkan berpotensi membahayakan kesehatan anak dalam jangka panjang. Dalam dunia medis, batuk sebenarnya bukanlah sebuah penyakit, melainkan sebuah mekanisme pertahanan tubuh yang sangat brilian. Namun, pemahaman masyarakat awam sering kali berseberangan dengan fakta medis ini. Banyak orang tua beranggapan bahwa batuk adalah musuh yang harus dibasmi seketi...
Penggunaan penyejuk udara atau Air Conditioner (AC) di negara tropis seperti Indonesia sudah menjadi kebutuhan pokok, terutama agar anak bisa tidur nyenyak di malam hari. Namun, seringkali orang tua merasa khawatir ketika anak mulai batuk-batuk atau bersin setelah semalaman tidur di ruangan ber-AC. Muncul pertanyaan besar: apakah AC yang menyebabkan anak sakit, atau ada faktor lain yang tersembunyi? Memahami hubungan antara suhu dingin, kualitas udara, dan kesehatan saluran napas anak sangat penting agar orang tua tidak salah langkah dalam mengambil tindakan. Apa yang Terjadi? Secara medis, AC itu sendiri sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan sakit flu atau batuk. Penyakit seperti flu dan batuk umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri. Namun, penggunaan AC yang tidak tepat dapat menciptakan lingkungan yang mempermudah anak jatuh sakit atau memicu reaksi alergi. Mekanisme utamanya berkaitan dengan kelembapan udara. AC bekerja dengan cara mendinginkan dan mengurangi kelembapan d...