Disleksia merupakan salah satu bentuk gangguan belajar spesifik yang paling umum ditemukan di seluruh dunia. Secara medis, disleksia didefinisikan sebagai kesulitan belajar yang bersifat neurobiologis, yang ditandai dengan hambatan dalam mengenali kata secara akurat atau lancar, serta kemampuan mengeja dan mengodekan simbol yang buruk. Penting untuk dipahami bahwa disleksia bukanlah penyakit, melainkan perbedaan dalam cara otak memproses informasi bahasa. Kondisi ini tidak berkaitan dengan tingkat kecerdasan (IQ), motivasi belajar, atau masalah penglihatan. Banyak individu dengan disleksia memiliki kecerdasan rata-rata atau bahkan di atas rata-rata, namun mereka mengalami hambatan yang signifikan dalam mengubah simbol visual berupa huruf menjadi bunyi bahasa yang bermakna. Kesalahpahaman yang sering terjadi di masyarakat adalah menganggap penderita disleksia sebagai orang yang malas atau bodoh, padahal mereka memerlukan metode pengajaran yang berbeda untuk dapat menyerap informasi seca...
Suara batuk anak di tengah malam seringkali menjadi momok yang paling meresahkan bagi setiap orang tua. Rasanya baru saja minggu lalu si Kecil sembuh dari flu, namun kini suara "grok-grok" itu kembali terdengar, memecah keheningan tidur dan membuat hati Anda was-was. Botol obat batuk sirup mungkin sudah habis setengah, namun perbaikan yang diharapkan tak kunjung terlihat signifikan. Dalam situasi seperti ini, pikiran orang tua sering kali melayang ke berbagai kemungkinan buruk, termasuk penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, yaitu Tuberkulosis atau TBC . Kekhawatiran ini sangat wajar dan manusiawi. Di Indonesia, istilah " flek paru " sering kali didengar dalam percakapan sehari-hari antar ibu-ibu di posyandu atau ruang tunggu sekolah. Stigma bahwa TBC adalah penyakit yang berat sering kali membuat orang tua merasa takut bahkan sebelum memeriksakan anaknya. Padahal, ketakutan sering kali muncul karena kurangnya informasi yang mendetail meng...