Langsung ke konten utama

Bolehkah Minum Es Saat Sakit? Cek Fakta Medisnya

gelas air es dan termometer saat sakit

Nasihat turun-temurun yang paling sering kita dengar sejak kecil adalah larangan minum es saat sedang tidak enak badan. Banyak orang tua percaya bahwa air dingin atau es dapat memicu flu, memperparah batuk, atau membuat demam semakin tinggi. Namun, apakah anggapan ini didukung oleh bukti ilmiah kedokteran, atau hanya sekadar mitos kesehatan belaka? Mari kita bedah faktanya secara medis.


Apa yang Terjadi?

Secara fisiologis, ketika Anda meminum air dingin, cairan tersebut akan masuk ke saluran pencernaan dan suhunya akan menyesuaikan dengan suhu tubuh internal dalam waktu singkat. Tubuh manusia memiliki mekanisme termoregulasi yang canggih untuk menjaga suhu inti tetap stabil.

Penting untuk dipahami bahwa penyakit seperti flu (influenza) dan batuk pilek (common cold) disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, bukan oleh suhu air yang Anda minum. Minum air es tidak serta merta memasukkan virus ke dalam tubuh, kecuali jika air atau es tersebut dibuat dari sumber yang tidak higienis.


Penyebab yang Mungkin

Mengapa mitos ini begitu dipercaya dan terasa nyata bagi sebagian orang? Berikut adalah beberapa alasan logis mengapa minum es sering dikaitkan dengan sakit:

  • Sensitivitas saluran napas: Pada sebagian orang yang memiliki riwayat asma atau saluran napas sensitif, suhu dingin yang ekstrem memang bisa memicu refleks batuk atau penyempitan saluran napas sementara (bronkospasme), namun ini tidak berlaku untuk semua orang.
  • Efek pengeringan: Udara dingin (bukan air dingin) cenderung kering dan dapat mengiritasi lapisan mukosa hidung dan tenggorokan, yang memudahkan virus masuk. Orang sering menyamakan efek udara dingin dengan air dingin.
  • Kebersihan es batu: Jika es batu dibuat dari air mentah yang terkontaminasi bakteri, hal inilah yang menyebabkan infeksi tenggorokan atau diare, bukan karena suhu dinginnya.


Apakah Kondisi Ini Berbahaya?

Secara umum, minum es saat sakit tidak berbahaya bagi mayoritas orang. Faktanya, dalam beberapa kondisi medis seperti radang tenggorokan (faringitis), mengonsumsi cairan dingin atau es krim justru disarankan oleh beberapa ahli medis. Suhu dingin dapat bertindak sebagai anestesi lokal ringan yang membantu mematirasakan nyeri pada tenggorokan yang meradang, sehingga pasien bisa menelan lebih nyaman.

Kunci utama saat sakit adalah hidrasi. Tubuh yang sedang melawan infeksi membutuhkan banyak cairan untuk mencegah dehidrasi, terutama saat demam. Jika pasien lebih nyaman meminum air dingin dan itu membuatnya minum lebih banyak, maka hal tersebut justru bermanfaat. Namun, jika air dingin membuat pasien merasa menggigil atau tidak nyaman, sebaiknya hindari dan pilih air bersuhu ruangan atau hangat.


Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun minum es umumnya aman, Anda tetap harus waspada terhadap perjalanan penyakit itu sendiri. Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika:

  • Demam tinggi berlangsung lebih dari 3 hari (di atas 38 derajat Celcius).
  • Mengalami kesulitan bernapas atau sesak napas.
  • Nyeri tenggorokan sangat hebat hingga sulit menelan air liur sendiri.
  • Muncul tanda dehidrasi seperti mulut kering, jarang buang air kecil, dan urin berwarna pekat.
  • Batuk berdarah atau batuk yang tidak membaik lebih dari 2 minggu.


Tips Umum yang Bisa Dilakukan

Untuk mempercepat pemulihan saat sakit, fokuslah pada hal-hal yang terbukti secara medis berikut ini:

  • Cukupi kebutuhan cairan: Minumlah air putih yang cukup, baik itu dingin, hangat, atau suhu biasa, sesuai kenyamanan Anda. Tujuannya adalah menjaga mukosa tenggorokan tetap lembap.
  • Istirahat total: Berikan waktu bagi sistem imun tubuh untuk melawan virus dengan tidur yang cukup (7-9 jam per hari).
  • Jaga kebersihan: Pastikan es batu atau air yang dikonsumsi berasal dari sumber air matang atau air mineral yang terjamin kebersihannya.
  • Gunakan pelembap udara: Jika Anda berada di ruangan ber-AC, gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara agar saluran napas tidak kering.


Kesimpulan

Larangan mutlak minum es saat sakit adalah mitos yang tidak sepenuhnya benar. Penyebab sakit adalah virus atau bakteri, bukan suhu air. Bagi sebagian orang, air dingin justru membantu meredakan nyeri tenggorokan dan membantu hidrasi. Namun, dengarkanlah tubuh Anda. Jika minum es memicu batuk pada Anda secara pribadi, beralihlah ke air hangat. Yang terpenting adalah tetap terhidrasi dengan baik selama masa pemulihan.


Baca juga: Sering Begadang Bisa Hambat Tinggi Badan Anak, Benarkah?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengurus Surat Izin Praktik (SIP) Dokter Online 2024: Panduan Lengkap

Mengurus Surat Izin Praktik (SIP) adalah langkah penting bagi para dokter yang ingin menjalankan praktik secara resmi. Di Jakarta , proses pengurusan SIP kini lebih mudah berkat platform digital bernama Jakevo. Berikut ini adalah panduan terbaru, langkah demi langkah, untuk mengurus SIP dokter secara online di tahun 2024. 1. Persiapkan Dokumen yang Diperlukan Sebelum memulai proses pengajuan, pastikan Anda telah menyiapkan dokumen berikut dalam format digital: Kartu Tanda Penduduk (KTP) : Pastikan KTP Anda masih berlaku. Surat Tanda Registrasi (STR) : Dokumen ini harus aktif dan dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Sertifikat Kompetensi (Serkom) : Dokumen ini diperlukan sebagai bukti kompetensi profesional Anda. Pemenuhan Satuan Kredit Profesi (SKP) : Pastikan Anda telah memenuhi persyaratan SKP melalui platform SATUSEHAT SDMK . Pas Foto Berwarna : Ukuran 4x6 cm dengan latar belakang merah. Surat Pernyataan Tempat Praktik : Dokumen yang menyatakan lokasi Anda akan berpra...

Nyeri Haid Berlebihan, Kapan Harus Waspada?

  Pembuka Nyeri haid adalah keluhan yang sangat sering dialami oleh perempuan usia reproduktif . Mulai dari remaja hingga wanita dewasa, banyak yang mengeluhkan perut terasa kram, pegal di pinggang, hingga nyeri yang menjalar ke paha saat menstruasi. Sayangnya, karena dianggap “normal”, tidak sedikit perempuan yang menahan nyeri haid berlebihan tanpa mencari tahu penyebabnya. Padahal, tidak semua nyeri haid itu normal . Ada kondisi tertentu yang perlu diwaspadai, terutama jika nyeri terasa sangat hebat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Lalu, bagaimana cara membedakan nyeri haid yang masih wajar dan yang perlu diperiksakan ke dokter? Apa yang Terjadi? Saat menstruasi, rahim berkontraksi untuk membantu meluruhkan lapisan dinding rahim (endometrium). Proses ini dipicu oleh zat alami bernama prostaglandin . Pada kadar tertentu, kontraksi ini memang bisa menimbulkan rasa nyeri. Namun, jika produksi prostaglandin berlebihan atau terdapat gangguan pada organ reproduksi, kontraks...

Ini yang Perlu Kamu Tahu Tentang Postinor: Cara Kerja, Efektivitas & Efek Samping

Bagaimana Cara Kerja Postinor? Mencegah atau memperlambat terjadinya ovulasi , yaitu menghentikan indung telur untuk mengeluarkan sel telur . Sehingga mencegah sperma bertemu dengan sel telur. Jika seandainya sudah terjadi ovulasi dan sel sperma sudah bertemu dengan sel telur, kondar ini akan mencegah sel telur yang telah dibuahi ini untuk menanamkan diri di dinding rahim . Namun jika sel telur yang telah dibuahi ini telah menanamkan diri di dinding rahim sebelum mengkonsumsi kondar, maka konsumsi postinor ini tidak akan berguna lagi dan kehamilan akan tetap terjadi. Seberapa Efektifkah Postinor ini? Jika di konsumsi segera setelah berhubungan dan kurang dari 72 jam, efektifitasnya bisa mencapai 87% Dan jika dikonsumsi dalam 24 jam setelah melakukan hubungan, maka akan lebih efektif. Namun harus diingat bahwa, kondar ini tidak lebih efektif dibandingkan kontrasepsi rutin , jadi jangan jadikan kondar sebagai kontrasepsi rutin ya. Yang harus diIngat Postinor tidak mencegah kehamilan jik...