Berbuka puasa dengan kurma tidak hanya menjalankan sunah Rasul, tetapi juga memiliki landasan fisiologis yang sangat kuat dalam dunia medis. Setelah tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam, kondisi biokimia tubuh mengalami perubahan signifikan. Kadar glukosa darah menurun, cadangan glikogen di hati menyusut, dan sel-sel tubuh mulai mencari sumber energi alternatif. Mengonsumsi tiga butir kurma saat azan magrib berkumandang adalah langkah strategis untuk mengembalikan keseimbangan metabolisme secara instan namun tetap aman bagi sistem pencernaan. Banyak orang keliru menganggap bahwa semua jenis asupan manis baik untuk berbuka, padahal gula dapat menyebabkan lonjakan insulin yang terlalu tajam dan membebani kerja pankreas secara mendadak. Apa yang terjadi Saat seseorang berpuasa, tubuh berada dalam fase katabolik di mana ia memecah cadangan energi untuk mempertahankan fungsi organ vital. Ketika kurma masuk ke dalam tubuh saat berbuka, terjadi proses pe...